SLEMAN — Persoalan sampah rumah tangga masih menjadi pekerjaan rumah yang besar di Indonesia. Data Lembaga Ketahanan Nasional mencatat, dari 43.731 fasilitas pengelolaan sampah di seluruh Indonesia, baru sekitar 26 persen sampah yang berhasil terkelola secara optimal setiap harinya. Berangkat dari urgensi tersebut, Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) 2026 menginisiasi program Pengelolaan dan Pemilahan Sampah di Padukuhan Kardangan, Sleman.
Fokus utama dari program ini adalah meluncurkan gerakan "Bank Sampah Plastik". Menariknya, mahasiswa KKN UNY tidak hanya memberikan sosialisasi teori, tetapi juga langsung memfasilitasi warga dengan sarana fisik berupa tempat sampah terpilah.
Dalam edukasinya, tim KKN UNY menekankan bahwa sumber sampah paling utama berasal dari rumah tangga. Oleh karena itu, pemilahan paling awal dan paling efektif harus dimulai dari kesadaran setiap anggota keluarga di rumah.
Warga Padukuhan Kardangan diajak untuk memisahkan sampah organik—seperti sisa makanan dan daun yang bisa diolah menjadi pupuk kompos atau pakan ternak—dengan sampah anorganik. Khusus untuk sampah anorganik, mahasiswa KKN mengedukasi warga cara mengenali ragam plastik yang memiliki nilai ekonomi untuk ditabung di Bank Sampah.
Beberapa jenis plastik bernilai jual yang disosialisasikan antara lain Plastik HDPE yang kuat dan tebal (seperti botol sabun dan wadah skincare), Plastik PP yang ringan (gelas/piring plastik dan thinwall), serta Plastik PET transparan (botol kemasan air mineral).
Melalui skema Bank Sampah ini, sampah anorganik bernilai akan dipilah di tingkat dusun setiap satu minggu sekali, kemudian dijual ke pengepul. Dana hasil penjualan tersebut nantinya tidak akan menguap begitu saja, melainkan akan disalurkan untuk menambah kas Padukuhan Kardangan.
Inovasi dari mahasiswa KKN UNY ini diharapkan mampu memberikan banyak manfaat berkelanjutan bagi warga; mulai dari menurunkan jumlah timbulan sampah, mencegah risiko pencemaran, hingga menciptakan sirkulasi ekonomi baru di tingkat padukuhan.
