SLEMAN-Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mandiri (KKN-M) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) 2026 Kelompok 30544 menggelar acara puncak sosialisasi dua program kerja unggulan di Padukuhan Kardangan, Kalurahan Purwobinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Minggu (13/9/2026). Acara tersebut turut dihadiri Kamituo Kelurahan Purwobinangun, perangkat Padukuhan Kardangan, serta pemuda pemudi padukuhan Kardangan. Dua program yang disosialisasikan, yaitu Gerakan Bank Sampah Plastik dan branding digital padukuhan melalui website "Mlampah ing Kardangan", sengaja dilaksanakan dalam satu rangkaian acara agar dampaknya dapat langsung dirasakan warga secara menyeluruh.
Pelaksanaan kedua program tersebut berangkat dari sejumlah permasalahan yang ditemukan di Padukuhan Kardangan. Dalam pengelolaan sampah, terutama sampah anorganik, warga masih belum sepenuhnya memilah berdasarkan jenisnya sehingga sampah yang sebenarnya memiliki nilai guna dan ekonomi masih tercampur dengan sampah lain. Selain itu, kebiasaan membakar sampah rumah tangga masih ditemukan sebagai salah satu cara mengurangi volume sampah. Kondisi ini menunjukkan perlunya edukasi dan pengelolaan sampah yang lebih terarah bagi masyarakat, khususnya dalam hal pemilahan dan penanganan yang tepat.
Sementara itu, Padukuhan Kardangan juga memiliki berbagai potensi lokal yang belum banyak diketahui masyarakat di luar padukuhan. Potensi tersebut mencakup keberadaan UMKM, sejarah, budaya, serta kegiatan masyarakat yang dapat menjadi identitas Padukuhan Kardangan. Namun, informasi mengenai potensi dan kondisi wilayah tersebut belum terintegrasi secara baik dalam media digital yang mudah diakses. Kondisi inilah yang mendorong mahasiswa KKN-M UNY Kelompok 30544 menghadirkan Gerakan Bank Sampah Plastik dan website "Mlampah ing Kardangan" sebagai upaya mendukung pengelolaan lingkungan sekaligus memperkuat identitas dan akses informasi Padukuhan Kardangan.
Permasalahan tersebut mendorong mahasiswa menginisiasi Gerakan Bank Sampah Plastik yang mengajak warga memilah sampah plastik ke dalam tiga kategori, yaitu HDPE, PP, dan PET, menggunakan tiga tempat sampah berkode warna yang telah disediakan di titik pengumpulan. Sampah yang telah terpilah dikumpulkan secara rutin setiap minggu, kemudian dijual kepada pengepul, dan hasilnya dimasukkan ke kas padukuhan sebagai sumber pemasukan baru bagi warga. Praktik ini sejalan dengan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) karena mendorong siklus pemanfaatan kembali sampah plastik alih-alih dibuang begitu saja, sekaligus berkontribusi pada SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) dengan mengurangi penumpukan sampah di lingkungan tempat tinggal warga. Selain penyediaan sarana, mahasiswa juga memberikan edukasi langsung kepada warga mengenai jenis-jenis sampah plastik, cara memilah yang benar, serta hal-hal yang perlu dihindari dalam pengelolaan sampah rumah tangga, agar program ini dapat terus berjalan mandiri setelah masa KKN berakhir.
Program kedua yang diperkenalkan pada acara puncak adalah website "Mlampah ing Kardangan", sebuah platform digital yang dirancang sebagai identitas sekaligus pusat informasi Padukuhan Kardangan. Website ini memuat profil dusun, potensi UMKM lokal, peta wilayah, berita kegiatan warga, direktori perangkat padukuhan, hingga catatan sejarah setempat. Kehadiran platform ini menjadi wujud SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), sebab Kardangan kini memiliki infrastruktur digital yang sebelumnya belum tersedia di tingkat padukuhan. Untuk mendukung fungsi website tersebut di lapangan, mahasiswa turut memasang papan penanda batas RT dan papan nama rumah perangkat RT yang terintegrasi dengan kode QR menuju website, sehingga warga maupun pengunjung dapat mengakses informasi wilayah secara langsung. Kehadiran peta administrasi padukuhan yang disusun mahasiswa turut melengkapi upaya ini, memberikan gambaran menyeluruh mengenai batas wilayah dan fasilitas umum di Kardangan. Langkah ini turut memperkuat SDG 11 dengan menghadirkan permukiman yang lebih tertata dan mudah dinavigasi oleh warga maupun pengunjung.
Menutup rangkaian acara, Farel Iqbal Adriansyah selaku Ketua Kelompok KKN-M UNY 30544 menyampaikan terima kasih atas sambutan dan kerja sama warga Padukuhan Kardangan selama pelaksanaan program. "Selama masa pengabdian ini, kami menyusun beberapa program kerja yang kami harap bermanfaat bagi warga, khususnya Website Branding Padukuhan Kardangan dan Pengelolaan Sampah," ungkapnya.
Melalui Gerakan Bank Sampah Plastik dan website "Mlampah ing Kardangan", mahasiswa KKN-M UNY Kelompok 30544 tidak hanya menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga turut mendukung pembangunan berkelanjutan di tingkat padukuhan. Kegiatan ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), tujuan 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan), serta tujuan 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).
Penulis: Tim KKN-M UNY Kelompok 30544
