SLEMAN — Ketiadaan jejak digital dan minimnya penunjuk arah fisik sering kali membuat sebuah wilayah terisolasi dan sulit dikenali oleh pendatang. Menjawab permasalahan tersebut, kelompok Kuliah Kerja Nyata Mandiri (KKNM) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) resmi meluncurkan program branding terpadu yang mencakup pembuatan website resmi dan wayfinding (papan penunjuk arah) untuk Padukuhan Kardangan.
Ketua Kelompok KKNM UNY di Padukuhan Kardangan, Iqbal, menceritakan bahwa inisiatif program ini murni berangkat dari pengalaman "tersesat" timnya di lapangan. Sebelum terjun untuk observasi, tim KKN sama sekali tidak dapat menemukan informasi apa pun mengenai Padukuhan Kardangan di internet. Masalah semakin pelik karena titik lokasi Padukuhan Kardangan yang tertera di aplikasi Google Maps ternyata tidak akurat dan melenceng dari letak aslinya.
"Waktu observasi pertama, kami bahkan harus berkali-kali bertanya kepada warga di jalan karena panduan dari Google Maps benar-benar keliru dan tidak sesuai dengan letak aslinya. Dari susahnya mencari lokasi padukuhan hingga kediaman perangkat dukuh inilah, kami sepakat bahwa ketiadaan identitas wilayah dan penunjuk arah adalah masalah besar yang harus segera diselesaikan," kenang Iqbal.
Sebagai solusi konkret, tim KKN merancang wayfinding atau signage fisik yang dipasang di titik-titik strategis dusun. Menariknya, papan penunjuk arah ini tidak sekadar menjadi penanda lokasi rumah tokoh masyarakat seperti Ibu Dukuh, serta fasilitas umum desa. Desain fisik tersebut telah diintegrasikan dengan teknologi digital melalui penyematan QR Code.
"Kami mendesain signage ini agar fungsinya maksimal. Tidak hanya sebagai penanda lokasi, tetapi juga sebagai sumber informasi bagi tamu atau pendatang. QR Code tersebut menjadi akses cepat dan mudah untuk langsung terhubung ke website resmi Padukuhan Kardangan," jelasnya.
Terkait proses pengumpulan data sejarah dan potensi dusun untuk diunggah ke website, Iqbal mengaku tidak ada kendala teknis yang terlalu berat. Tantangan utama tim KKN lebih berpusat pada manajemen waktu yang kerap berbenturan dengan agenda program kerja lain, serta penyesuaian jadwal komunikasi dengan narasumber lokal.
Untuk memastikan keberlanjutan program setelah masa pengabdian KKN berakhir, tim telah merancang skema serah terima yang matang. Pengelolaan website dan pemeliharaan identitas digital ini tidak akan dibiarkan terbengkalai.
Tim KKN Mandiri UNY berencana menggelar sosialisasi khusus untuk memperkenalkan fungsi website sekaligus memberikan pelatihan teknis pengelolaan situs kepada perangkat padukuhan dan pemuda Karang Taruna setempat. Para pemuda desa pun telah menyatakan kesiapan penuh mereka untuk merawat dan melanjutkan pengisian konten website, guna memastikan Padukuhan Kardangan tidak lagi "hilang" dari peta digital dan terus dikenal luas.
